Pengikut

Sabtu, 24 Januari 2015

10 Cara Menumbuhkan Minat Baca



10 Cara Menumbuhkan Minat Baca


Ada sepuluh cara penting yang insyaAllah bisa membantu Anda senang membaca.


1. Apa Tujuan Anda Membaca?

Secara mutlak cara ini ialah cara yang paling penting, yakni menghadirkan niat. Apa tujuan anda membaca dan mengapa anda membaca?

Saya membaca karena Allah memerintahkan saya untuk membaca. Allah berkata kepada saya dan kepada seluruh kaum muslimin dengan kalimat perintah secara langsung, "Bacalah" Karena itu, saya membaca dalam rangka taat kepada Allah.

Saya membaca agar berguna bagi saya di dunia dan akhirat. Di dunia tak akan beruntung tanpa ilmu, saya membaca agar bermanfaat bagi orang di sekitar saya; bagi ibu, bapak, dan anak-anak saya.

Selain itu, berguna bagi saudara, karib kerabat, teman, orang-orang yang saya kenal, dan orang-orang yang tidak saya kenal. dengan demikian, saya bagaikan orang yang membawa minyak wangi. Tiap kali seseorang mendekat, akan mengambil manfaatnya, yakni bisa mencium bau harumnya.

2. Menyusun Perencanaan dalam Membaca

Cara terpenting yang membantu agar senang membaca ialah menyusun perencanaan dalam membaca. Tak ada gunanya membaca asal-asalan. Akan tetapi, hendaknya anda menyusun perencanaan yang jelas dalam membaca.

Menyusun Sebuah perencanaan yang baik perlu melihat fasilitas yang ada. Tentunya disesuaikan dengan kemampuan anda, yakni berupa waktu yang tepat, buku yang sesuai, dan kapasitas untuk menguasainya. Selain itu, anda juga harus tahu mengapa anda harus membaca.

Setelah mengetahui semua perencanaan ini,letakkan perencanaan yang jelas tadi dalam lingkup kemampuan dan kemungkinan anda. Misalnya, saya akan membaca 5 buku ini dalam sekitar 6 bulan. Atau, akan membaca 20 buku yang lain sekitar 1-2 tahun.

3. Mengatur Waktu

Cara yang ketiga ini ialah menentukan waktu untuk membaca dan menggunakan semaksimal mungkin waktu- waktu yang jelas-jelas kosong. Maksusnya, jangan menunggu sampai malam untuk membaca bacaan wajib anda, tetapi tentukan waktu yang jelas untuk membaca. 

Selain itu, pilihlah waktu yang tepat; tatkala pikiran anda sedang semangat dan saat anda begitu mood. Dengan demikian, anda bisa berkonsentrasi dalam membaca dan selesai dengan hasil yang memuaskan. 

Bisa jadi, waktu membaca ialah setelah sholat subuh sampai matahari terbit, satu jam sebelum maghrib, antara maghrib dan isya' tepat. Demikian seterusnya. Tentukan penjadwalan waktu secara terencana.

4. Mulailah Setahap Demi Setahap

Cara yang lebih penting lagi ialah sedikit demi sedikit (step by step). Ketika sebagian orang membaca lembaran-lembaran tentang urgensi membaca, maka semangatnya akan menggelora, meningkat hikmahnya, dan akan buru-buru membeli setumpuk buku. Ia akan bersegera membacanya dan meluangkan waktu yang sangat banyak untuk itu.

Bahkan, keberadaannya akan lebih menyita waktu kerja yang penting dalam hidupnya untuk membaca. Kepada orang seperti ini kita katakan, "Hendaknya anda perlahan-lahan atau berangsur-angsur, " Sesungguhnya agama ini sangat keras, maka laksanakanlah dengan penuh kelembutan, khususnya lagi jika anda belum terbiasa membaca.

5. Totalitas Dalam Membaca

Cara ini telah kita tegaskan di depan, bahwa membaca bukanlah hobi, melainkan pekerjaan yang sangat terpuji yang membutuhkan pemikiran, waktu, harta, dan kesungguhan, dan pengorbanan. Selain itu, buku yang hendak kita baca pun tidak boleh menipu.

Anda membaca agar bisa menguasai setiap kata yang anda baca dan mendapatkan manfaat. Membaca merupakan pekerjaan yang agung. Namun demikian, anda hanya akan memperoleh dari membaca apa yang masuk dalam logika anda. Nasihat saya, jika anda membaca buku apa saja, bacalah dengan penuh kesungguhan. Jika anda diminta mengingat apa yang telah anda baca, maka anda akan memperoleh pengalaman yang baik. Jadi, bukan sekadar membaca begitu saja.

6. Teratur Dalam Mengingat Makna

Cara yang keenam ialah menjaga keteraturan dalam mengambil ilmu, yakni dengan sistem pencatatan yang tertata rapi. Selalu menjaga keteraturan dan kerapian sangat dibutuhkan dalam segala aspek.

Karena itu, setelah anda membaca, berusahalah agar selalu teratur mencata berbagai ilmu dalam buku khusus. Jangan menulis asal-asalan. Sebab, seorang muslim itu selalu teratur dalam urusannya. Hendaknya anda memiliki buku khusus untuk mencatat ilmu-ilmu syar'i, masalah politik, sastra, sejarah dan begitu seterusnya.

7. Buatlah Perpustakaan di Rumah

Cara yang ketujuh ialah membuat perpustakaan yang dapat menampung berbagai macam buku di rumah anda. Kategorikan proyek ini dalam daftar proyek-proyek yang paling penting dalam hidup anda. Sebagaimana ketika seorang suami istri yang berpikir untuk membuat ruang tidur dan ruang tamu, hedaknya mereka juga berpikir bagaimana agar memiliki perpustakaan di rumah.

Ini bukan pekerjaan tahunan serta bukan pula termasuk kebutuhan tersier, tetapi merupakan kebutuhan sekunder di rumah. Tak harus mewah dan bagus, namun yang penting adalah buku yang ada di dalamnya.

8. Sampaikan Apa yang Anda Baca

Cara yang kedelapan adalah sampaikanlah apa yang telah anda baca kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Sampaikan yang datang dariku walau hanya satu ayat."

Maka, manusia dituntut untuk mengajar orang lain apa yang telah ia pelajari. Dalam hal ini, faedahnya banyak sekali dan sangat besar manfaatnya.

9. Bantu Sahabat Anda Dalam Membaca

Cara yang kesembilan ialah saling membantu dengan kawan dan sahabat anda dalam membaca. Dalam hal ini, Anda bisa membentuk kelompok membaca bersama kawan-kawan anda apabila di sana ada tiga, empat, atau lima orang.

Masing-masing orang membaca buku yang temannya berlainan. lalu, adakanlah pertemuan sepekan sekali, dua kali, atau dua pekan sekali sesuai situasi dan kondisi.

10. Carilah Ilmu Dari Para Ulama

Di antara cara yang bisa membantu untuk membaca adalah mengambil ilmu dari ulama. Pada cara yang kedelapan anda menyampaikan ilmu kepada orang yang tidak tahu, adapun cara yang kesembilan, anda bersama teman-teman anda saling membantu dalam memperoleh ilmu dan saling mendorong satu sama lain untuk membaca.

Sementara dalam cara yang kesepuluh ini, anda menimba ilmu dari ulama, ahli, dan orang-orang yang memiliki pengalaman. Sehingga dalam hal ini, kita mulai ketika orang lain sudah selesai.










Sumber: Buku Spiritual Reading yang ditulis oleh Dr. Raghib As-Sirjani. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Kisah Sahabat Nabi:Mush'ab bin Umair

Cari Yang Lain Pada Blog Ini.....